Berikan Ukiran Indah …..

Bagikan

Berbagai berita yang terjadi pada masa ini, yang diantaranya kita dibuat kaget oleh nya. Diantaranya, seorang guru di bully oleh muridnya, seorang ibu dijual oleh anak kandungnya sendiri karena sakit parah, kasus pesta seks pelajar, seorang murid melecehkan teman sekelasnya dan masih banyak lagi berita lainnya.

Miris sekali melihat berita berita tersebut. Anak anak, generasi penerus bangsa miskin terhadap akhhlak. Mereka lupa caranya bersikap kepada orang tua, mereka lupa apa yang dilarang dan apa yang boleh di lakukan. Pergaulan yang bebas membuat mereka lupa terhadap konsekuensi jika mereka melanggar aturan yang berlaku.

Anak anak membutuhkan Pendidikan bukan hanya tentang mempelajari pelajaran matematika, bahasa inggris, ataupun bahasa indonesia saja. Namun pendidikan akhlak yang lebih utma, karena akhlak merupakan dasar bagi mereka dalam melangkahkan kaki mereka.

Akhlak dibentuk dari apa yang didapatkan anak sebelum diproses dan diartikan dalam bentuk perilaku. Banyak kejadian di luar nalar manusia tentang perilaku anak anak di zaman modern ini. Seiring perkembangan tekhnologi yang semakin canggih justru berbanding terbalik dengan moral dan perilaku anak. Berbagai factor yang dapat mempengaruhi hal tersebut seperti factor internal yang dapat kita lihat dalam pengasuhan anak, ataupun factor eksternal seperti lingkungan dan penggunaan gadget sejak dini.

Dengan berbagai kasus yang banyak menimpa anak anak sekarang, maka perlu pendidikan dan pengajaran yang memumpunin terhadap perkembangan akhlak anak yang bisa didapatkan dalam rumah maupun intitusi formal seperti sekolah.

Banyak sekolah yang menekankan  pada penting nya berakhlak dengan kata lain mengutamakan akhlak bagi siswa-siswi nya.

Pondok pesantren Al Islam Boarding School salah satunya. Al Islam mempunyai beberapa misi yang terkait dalam pengembangan akhlak dengan konsep menyusur langsung kepada anak. Salah satu program tersebut ialah pembinaan terstruktur. Dimana para santri diberikan dengan metode kelompok belajar. Dan setiap kelompok belajar tersebut di bina langsung oleh seorang atau dua orang murobbi yang akan membimbing dan memberikan materi atau ilmu yang terkait dengan akhlak sehari hari dari mulai bangun tidur hingga tidur kembali yang tentunya berlandaskan Alquran dan assunah. Sebagaimana yang di sampaikan dalam sebuah hadist

“ Akhlak Nabi SAW adalah Al Quran”.

Serta hadist:

“ Dari Anas Bin Malik berkata: Bersabda Nabi SAW: telah kutinggalkan atas kamu sekalian dua perkara, yang apabila berpegang pada keduanya, maka tidak akan tersesat, yaitu kitab Allah (AlQuqan) dan Sunah Rasull Nya.”

Akhlak merupakan output dari input stimulus yang didapat. Kadar kualitas ditentukan oleh input, perorganisasian dan penginterpertasian yang didapat. Dalam dunia pendidikan anak, anak yang berakhlak baik didapatkan dari stimulus yang baik pula.

Input stimulus tersebut bisa didapatkan dari ilmunya, dari orang yang menyampaikan atau cara penyampaiannya. Setelah stimulus didapatkan, anak akan mengoraganisasikan bagaimana seperti persepsi terhadap ilmu tersebut baik atau tidak, bisa dilakukan atau tidak, ataupun sesuai atau tidaknya ilmu tersebut dengan dirinya. Kita bisa mengetahui hasil pengorganisasian ilmu tersebut  misalya dengan diskusi  mengenai ilmu yang telah diberikan. Setelah diorganisasikan anak akan menginterpretasikan ilmu tersebut. Jika tahap interpretasinya baik maka output yang dihasilkan akan baik juga. Maka ketika akhlak baik terjadi harus berbanding lurus input stimulus yang didapatkan hingga hasil akhir stimulus tersebut berupa akhlak ataubperilaku. Demikian proses inilah yang apabila berulang akan menghasilkan sebuah habits atau kebiasaan pada seseorang. Jika habits terebut konsisten dan berulang maka akan mencapai karakter atau akhlak mulia.

Dengan demikian, pendidikan orang tua dan pendidikan di sekolah haruslah berkesinambungan dan saling mendukung. Karena, jika tidak beriringan dan sejalan maka output yang di hasilkan anak tidak akan maksimal. Jadikan para generasi kita berakhlak yang baik dan berprestasi secara edukasi.

Polusi kehidupan mungkin akan menyesatkan anak sesaat yang akan menjadi traveling kehidupan mereka. Namun, ukiran yang indah dan kokoh yang melekat dihati mereka akan menjadi sebuah pelampung agar mereka tidak tenggelam dalam lautan kehidupan yang kelam.

Scroll to Top