PEMBENTUK AKHLAK

Pembentukan akhlak. sebelum kita kepembahasan itu, saya ingin bertanya kepada para pembaca, menurut para kalian akhlak itu dapat dijika dapat bentuk atau tidak ? jika dapat dibentuk apa alasannya dan bagaimana caranya ? dan jika tidak apa pula alasannya dan bagaimana selanjutnya ?

Beberapa berpendapat akhlak itu dibawa manusia sejak lahir atau fitrah yang sudah ada dalam diri manusia dan dapat juga berupa kata hati atau insting yang selalu cenderung akan kebenaran,walaupun tanpa dibentuk sehingga akhlak itu akan tumbuh dengan sendiri. Ada pula yang mengatakan  bahwa akhlak adalah hasil dari pendidikan, latihan-latihan, pembinaan, dan perjuangan keras dengan sungguh-sungguh. Proses yang dilakukan Al-Ghzali dalam membentuk akhlak yaitu memfokuskan pada upaya pendekatan diri kepada Allah melalui tujuan belajar ilmu pengetahuan.

Pembinaan akhlak dapat pula ditempuh dengan cara senantiasa menggap diri sebagai orang yang banyak kekurangannya dari pada kelebihannya. Cara lain yang dapat ditempuh untuk pembinaan akhlak ini adalah pembiasan yang dilakukan sejak kecil dan berlangsung secara kontinyu atau terus menerus. Untuk itu al-Ghazali menganjurkan agar akhlak diajarkan yaitu dengan cara melatih tingkah laku yang mulia. Jika seseorang menghendaki menjadi orang pemurah maka ia harus membiasakan dirinya untuk melakukan pekerjaan yang sifatnya pemurah, sehingga dapat menjadi orang yang murah hati dan murah tangan serta dapat mendarah daging.

Berbicara masalah pentukan akhlak sama dengan berbicara dengan tujuan pendidikan. Usaha-usaha pembinaan akhlak melalui berbagai lembaga pendidikan dan melalui berbagai macam program dan metode yang terus dikembangkan. Hal ini menunjukan bahwa akhlak memang perlu di bina, dan pembinaan ini ternyata membawa hasil berupa terbentuknya pribadi-pribadi yang berakhlak mulia, taat kepada Allah dan RasulNya, hormat kepada orang tua dan guru, sayang kepada sesama makhluk ciptaanNya dll. Pembinaan akhlak merupakan perhatian pertama dalam islam. Hal ini dapat dilihat dari salah satu misi kerasulan Nabi Muhammad SAW yaitu menyempurnakan akhlak yang mulia. Dalam salah satu hadits beliau menegaskan innama buitstu li utammima makarim al-akhlak yang artinya “ hanya saja aku diutus untuk meyempurnakan akhlak yang mulia ( HR Ahmad).

Dengan uraian tersebut diatas kita dapat mengatakan bahwa akhlak merupakan hasil usaha dalam menddik dan melatih dengan sungguh-sungguh potensi rohaniah yang terdapat dalam diri manusia. Jika program pendidikan dan pembinaan akhlak itu dirancang dengan baik, sistematik dan diimplementasikan dengan sungguh-sungguh, maka akan menghasilkan anaka-anak atau orang-orang yang benar akhlaknya. dari sinilah letak peran dan fungsi lembaga pendidikan.

Cukup sekian artikel ini, semoga bermanfaat bagi para pembaca, kesalahan datangnya dari saya pribadi, kebenaran datnagnya semata dari Allah SWT.

Created by Yulia Rizki Fauziah.

Scroll to Top