Kamis 8 mei 2026

Siswa kelas X SMA Al-Islam Cirebon melaksanakan kegiatan outing class yang memadukan wawasan akademik dan pelestarian budaya pada Kamis, 8 Mei 2026, dengan mengunjungi dua lokasi strategis yakni Kampus ITB Cirebon dan sentra kerajinan Batik Trusmi.
Perjalanan kemudian berlanjut ke sentra Batik Trusmi, di mana aspek seni dan kearifan lokal menjadi sorotan utama kegiatan. Para siswa tidak hanya mengamati proses produksi, tetapi juga terjun langsung mempraktikkan teknik membatik tradisional menggunakan canting. Pengalaman seni ini memberikan pemahaman mendalam mengenai ketelitian, kesabaran, dan nilai filosofis yang terkandung dalam sehelai kain batik sebagai warisan dunia.
Melalui perpaduan kunjungan ilmiah dan budaya ini, SMA Al-Islam berupaya mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual tetapi juga memiliki akar identitas yang kuat. Interaksi langsung dengan mahasiswa memberikan perspektif baru mengenai dunia akademik, sementara aktivitas membatik mengasah kreativitas serta rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia yang harus terus dijaga kelestariannya.
Kegiatan outing class ini ditutup dengan kesan positif dari para peserta yang merasa terinspirasi untuk terus mengejar cita-cita setinggi mungkin tanpa melupakan nilai-nilai tradisi. Pondok Pesantren Modern Al-Islam Cirebon berkomitmen untuk terus menghadirkan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan tantangan zaman bagi seluruh santrinya.
Siswa kelas X SMA Al-Islam Cirebon melaksanakan kegiatan outing class yang memadukan wawasan akademik dan pelestarian budaya pada Kamis, 8 Mei 2026, dengan mengunjungi dua lokasi strategis yakni Kampus ITB Cirebon dan sentra kerajinan Batik Trusmi.
Mengawali agenda di Kampus ITB Cirebon, para siswa disambut hangat oleh rekan-rekan mahasiswa untuk menjalani rangkaian campus tour yang inspiratif. Dalam kesempatan ini, para siswa diajak melihat langsung berbagai fasilitas laboratorium canggih, yang memberikan gambaran nyata mengenai implementasi ilmu pengetahuan di tingkat perguruan tinggi sekaligus memotivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Perjalanan kemudian berlanjut ke sentra Batik Trusmi, di mana aspek seni dan kearifan lokal menjadi sorotan utama kegiatan. Para siswa tidak hanya mengamati proses produksi, tetapi juga terjun langsung mempraktikkan teknik membatik tradisional menggunakan canting. Pengalaman seni ini memberikan pemahaman mendalam mengenai ketelitian, kesabaran, dan nilai filosofis yang terkandung dalam sehelai kain batik sebagai warisan dunia




